Oleh: Didit | November 20, 2009

Tanggapan Mas Ndut soal film 2012

Assalamualaikum,

Pribadi, ngga begitu banyak film yang saya tonton, ntah itu film barat, India atau film Indonesia. Namun pribadi saya sendiri sering tergoda untuk menonton film2 fiksi ilmiah seperti Jurasic Park, dentis peak, deep core, volcano, dsb, yang terkadang bisa memberi gambaran lebih jelas (daripada sekedar membaca) tentang proses2 alam. Dan saya sering mendiskusikan/ bedah film tersebut dengan mahasiswa saya, sebagai bagian dari proses belajar mengajar di kampus.

Film 2012 sendiri menjadi menarik buat saya terutama setelah saya mendengar fatwa haram dari MUI (Amidhan) karena film ini menceritakan kiamat, and bla bla (metro TV senin 16 Nov malam). Sehingga besok sorenya langsung saya tonton. Kesan saya setelah menonton, film ini walau mengangkat issue ilmiah, namun justru banyak hal yang terasa kurang ilmiah.

Berikut ini beberapa kupasan ilmiah yang menjelaskan kekurang ilmiahan film tersebut:
- Pertama; kehancuran dunia itu dipicu oleh ketidakstabilan inti akibat gaya tarik matahari dan inti galaksi, yang seakan memiliki periode ulang tiap 70 jt tahun (jurasic). Setahu saya, 70 jt tahun yll, memang terjadi laut naik maksimum (maximum sea level rise) namun tidak disertai dengan pergeseran lempeng secara cepat sebagaimana ditampilkan dalam film 2012.

- Kedua: Terbentuknya patahan besar di amerika bagian barat ( 600 an km relatif utara selatan) dalam waktu 2 jam, berarti rekahan itu membuka dengan kecepatan rata2 300 km/ jam. Namun dalam adegan mobil (yang disupiri oleh aktor utama) berlari berkejaran dengan rekahan nampaknya si mobil berhasil melewati/ menyamai kecepatan rekahan. Agak mengherankan di tengah2 lalulintas yang padat, sebuah mobil dapat melaju lebih dari 300 km/ jam.

- Ketiga: Dalam adegan pesawat yang berkejaran dengan abu gunung api (pyroclastic ash) tampak pesawat sempat masuk ke dalam badai abu namun akhirnya keluar dengan selamat. Apabila kita ingat kejadian pesawat garuda yang mesinnya mati akibat kemasukan abu vulkanik gunung galunggung di tahun 1983 an (padahal tidak disaat meletus), dan berbagai pesawat jatuh akibat kemasukan abu vulkanik lainnya, nampaknya adegan ketika sang aktor utama dengan pesawat berbaling-baling (propeler) dapat keluar dari abu sangatlah mengherankan.

- Keempat: perlu pula diketahui, semburan pyroclastic ash dari gunung yang baru meletus itu suhunya sekitar 600 derajat celcius, harusnya orang2 yg didalam pesawat akan termasak hidup2 ketika pesawatnya masuk ke dalam abu tersebut.

- Kelima: Ketika pesawat Antonov yang dinaiki sang aktor melewati Hawai yang sudah porak poranda karena gunungnya meletus, pesawat tersebut dapat terbang dengan normal-normal saja.

- Keenam; ketiga kutub utara bumi berubah menjadi kutub barat dan timur, lalu bagaimana bumi bisa berotasi? Sedangkan kehidupan pada waktu itu masih lancar2 saja kecuali pada daerah yang sudah mengalami tsunami dan gempa.

- Ketujuh: inti bumi itu sebenarnya padat, namun dalam film tersebut ditampilkan bahwa dibawah permukaan seperti ruang kosong dimana bangunan, gedung2 bertingkat dapat masuk/ terjun ke bawah.

-Kedelapan: tidak semua bagian bawah bumi itu ada magma, karena magma hanya berada pada jalur subduksi (volcanic arc) saja. Namun tampaknya di dalam film di setiap rekahan yang terbentuk nampak ada magma yang mengalir (sangat tidak logis).

-Kesembilan : Ketika pesawat antonov yang dinaiki sang aktor kehabisan bahan bakar padahal tujuannya China, seharusnya mereka mendarat di laut namun ternyata mereka mendarat di daratan China. Dalam film itu dikisahkan bahwa dataran China bergeser menuju Hawai (lebih dari 8000 km) dalam waktu kurang dari 10 jam. Artinya dataran itu bergerak dengan kecepatan lebih dari 800 km/ jam (mirip pesawat terbang). Sedangkan pegunungan himalaya dan suku Tibet di atasnya digambarkan baik2 saja. Bahkan helicopter (yang kecepatannya hanya 300 km/ jam) pun dapat berlalu-lalang dengan enaknya di pegunungan himalaya. Apabila datarannya bergerak dengan kecepatan 800 km/jam, bagaimana helicopter di atasnya bisa bergerak dengan mudah take off dan landing dengan santainya??

-Kesepuluh : dalam zaman akhir Kapur, seluruh es pernah mencair, kandungan uap air menurun, sehingga muka air laut naik (tertinggi). Ternyata jumlah volume air bila seluruh air dijatuhkan ke laut hanyalah akan mengangkat muka laut hingga 200 an meter dari sekarang. Nah dalam film itu, air laut naik hingga mencapai 29.000 feet…… atau hampir 10 km…10.000 m??? Bagimana bisa?? dari mana air itu berasal???
-Kesebelas: dalam film itu digambarkan bahwa Pegunungan Himalaya adalah daerah yang hancur belakangan, karena merupakan daerah tinggian (terakhir tenggelam). Padahal sesungguhnya daerah Himalaya adalah daerah collision (tumbukan) dari 2 lempeng yang bersifat tektonik aktif. Lalu bagaimana Himalaya justru hancur belakangan??

-Keduabelas : ah… didit_ndut udah ngantuk … dongengnya dicukupkan dulu aja. Namun pribadi saya tidak melihat urgensi dari film itu diharamkan, terlebih berdasarkan alasan-alasan yang disampaikan oleh Amidhan di metro TV yang ternyata tidak terbukti dalam film tersebut. Ah, kadang MUI memang berfatwa tanpa data yang valid.

Salam

Oleh: Didit | Januari 28, 2009

SUNGKEM ….. sujud atau menghormat??

SUNGKEM

Saya pernah ditegur oleh  teman saya dari Mesir dan Libya ketika dia melihat foto saya melakukan sungkem kepada kedua orang tua saya. Dia berkata……. sujud itu hanya kepada Allah….. bukan kepada orang tua. Kaget saya mendengar teguran itu, well… sujud (menyembah) memang hanya kepada Allah taala…. lalu bolehkah kita sungkem… or apakah ada sujud yang bukan menyembah??? Buat yang terbiasa tidak sungkem, mungkin tidak mengapa-ngapa, tetapi bagi orang yang terbiasa merendahkan dirinya dihadapan orang tua….. sungkem terasa : berjuta bakti yang sulit diungkap karena bermilyar sayang dari kedua orang tua kita……

Welll…. emang sungkem itu …..adalah gerakan membungkuk kepada orang tua, sebagai wujud kerendahan seorang anak kepada orang tua, dan bukannya bersujud atau menyembah orang tua. Sebenarnya membungkukkan badan … ini kayaknya ngga dilarang deh. Sebagaimana firman Allah swt dalam surah Al Israa ayat 24 Allah(S.T) said:

“And lower to them shoulders with humility and meekness and say my Lord have mercy upon them(both) as they brought me up when I was little.”

Kira-kira diartikan sbb: “ Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

Banyak orang mengira, sungkem adalah sujud yang diidentikkan dengan menyembah, sehingga banyak yg berpikir bahwa sungkem itu adalah menyekutukanNya. Anggapan itu tidak benar, mengingat kisah dimana Nabi Yusuf pernah menaikkan kedua orang tuanya ke atas Singgasana dan menerima sujud dari kedua orang tuanya. Sujud disini tidak diartikan menyembah, melainkan penghormatan. Kisah sujud yang tidak semata-mata menyembah terdapat dalam Al-Quran surah Yusuf ayat 101

“ Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud [763] kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: “Wahai ayahku inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. [763].

Sujud disini ialah sujud penghormatan bukan sujud ibadah. Persoalan hubungan kepada Allah taala dan juga hubungan kepada orang tua sangat tegas dalam Al-Quran. Kita dituntut untuk berbuat baik kepada orang tua, bahkan kita disuruh merendahkan diri kita dihadapan mereka, kecuali jika kita disuruh menyembah orang tua.

Sungkem dilakukan dalam posisi orang tua sedang duduk, sehingga kalau si anak merendahkan diri tentunya dia harus berjongok. Dalam hal ini, memang ada adat sungkem yang menggunakan sungkem secara berlebihan, dengan gerakan mirip “sembah” (kedua telapak tangan bertemu, diletakkan di atas kepala dan wajah), misalnya di kraton. Apabila gerakan itu memang ditujukkan untuk menyembah dan bukannya menghormati, maka itu memang dilarang. Sebagaimana Allah swt berfirman dalam surah Al-Ankabut ayat 9 sbb:

“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.

Batasan antara menyembah dengan penghormatan tentunya bukan dari gerakan, melainkan dari niatnya. Gerakan menyembah di tiap agama, budaya, bangsa akan berbeda. Ada yang menyembah dengan bersujud, membakar dupa, berjongkok, berbaring, bahkan juga berdiri dsb. Tentunya perbedaan antara menyembah dengan bukan adalah pada niatnya. Berbuat baik, patuh dan menuruti perkataan orang tua, tetapi tidak menyembah mereka juga tertulis dalam surah Al Isra ayat 24. (Sura Al_IsraVerse 23).Allah (S.T) said:

“Your Lord has commanded that you must not worship non but Him alone and do good to your(both) parents. If either of both of them reach old age in your life time say not even UFF(Fie) to them say not to them a word of disrespect nor shout at them but address them in terms of honour.”

Kira2 artinya “ Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia[850].”

Sungkem adalah wujud kerendahan diri, bakti seorang anak kepada orang tua sebagaimana telah dibahas dalam surah Al Isra ayat 24 di atas. Allah menyuruh anak berbakti kepada orang tua agar supaya dijauhkan dari perbuatan sombong lagi durhaka. Sebagaimana firmannya dalam surah Maryam ayat 15 19;15

” dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka”. Kesadaran untuk berbuat baik kepada mereka karena sesungguhnya orang tualah yang telah membesarkan dan merawat kita diwaktu kecil.

Sebagai mana Allah swt berfirman dalam surah As Syura ayat 16. 46;16 (SURA 46 V15) “And we have commanded man to do good to his parents. His mother bore him with great hardship and brought him forth in great pain. And the bearing and weaning are in thirty months until when he attains full strength and reached forty years, he said: O my lord! Inspire me that I may keep offering thanks for His favour which you bestowed on me and on my parents (and grant me strength) that I may do good deeds those of which you approve and make my offspring righteous for me. Truly I turn to you in repentance and surely I am of those who submits to your commandments in all humanity.”

Kira2 artinya: “ Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”

Apapun penafsiran/ sangkaan manusia dalam setiap baik dan buruknya amalan kita, sesungguhnya bagi diri kita adalah bagaimana niat kita dalam menjalankan ibadah. Niat inilah yang membedakan antara menyembah ataupun menghormat, dan sesungguhnya Allah lah yang maha mengetahui segala sesuatu. Sebagaimana Allah berfirman dalam surah Yunus ayat 37;

“Dan kebanyakannya dari mereka, tidak menuruti melainkan sesuatu sangkaan sahaja, (padahal) sesungguhnya sangkaan itu tidak dapat memenuhi kehendak menentukan sesuatu dari kebenaran (iktikad). Sesunguhhnya Allah Maha Mengetahui akan apa yang mereka lakukan ” (Surah Yunus: 36)

Niat inilah yang membedakan antara perbuatan baik dan buruk juga dijelaskan dalam kitab Riyadhussholihin: Dari Amiril Mukminin-Abu Hafash-Umar bin al-Khaththab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdillah bin Qurth bin Razah bin Ady bin Ka’ab bin Luayyin bin Gholib al-Qurasyi al-Adawi r.a. berkata:

“Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: sesungguhnya segala perbuatan itu bergantung pada niatnya. Sesungguhnya tiap-tiap orang mempunyai sesuatu yang diniati (baik maupun buruk). Maka, barang siapa yang berhijrah (dari tempat tinggalnya ke madinah) untuk mencapai ridho Allah dan rasul_Nya (dan hijrah tersebut diterimaNya). Barang siapa yang hijrahnya untuk mencari harta dunia atau seorang perempuan yang akan dikawininya, maka hijrahnya (bukan untuk mencapai ridho Allah dan Allah tidak menerimanya), tapi hijrahnya untuk tujuan hijrah itu sendiri,” (H.R. Muttaaq alaih).

Sesungguhnya orang tua kita adalah gerbang menuju surga, sebagaimana hadits berikut :

Messenger of Allah (Sall Allahu Alaihi Wassallam). He(SallAllahu Alaihi Wassallam) said: “Father or a parent is the best of the gate of paradise. So if you like, guard the gate or destroy it.” Narrated by Imam Tirmizi and Ibn Maja Dan kebahagiaan Ayah adalah kebahagiaan Allah taala (sedikit tambahan karena hadits dan quran tentang ibu sudah terlalu banyak diajarkan he he he). The Prophet (S.A.W) of Allah said: “The pleasure of the Lord is in the pleasure of the father, and the displeasure of the Lord is in the displeasure of the father” (Tirmidhi reported by Abdullah Ibn Amr).

Semoga tulisan ini bermanfaat, agar kesalahpahaman antara sungkem yang dalam budaya Jawa dianggap sebagai penghormatan, tidak dipandang keliru oleh budaya lainnya. Mohon maaf semoga dengan penjelasan ini tidak ada yang salah sangka… apabila di bulan ramadhan kemarin, didit _ndut tetap ber… sungkem kepada para orang tuanya…. Wassalam,

Oleh: Didit | September 20, 2008

Cara berpikir aneh soal Ahmadiyah … ada-ada saja

http://antimui.wordpress.com/2008/09/18/cara-berfikir-yang-aneh-atau-memang-berniat-mem-fitnah/Assalamu alaikum Wa Rahmatullahi wa Barakatuh,

Setelah ana lihat di tv, surat kabar dan internet, kasus Ahmadiyah dan perseteruan FPI dengan AKKBB semakin hari semakin panas saja. Apakah ini karena Riziek sihab tak kunjung dibebaskan, sehingga para laskarnya tak tahan, tak sabar, lalu membabibuta melampiaskan kemarahannya terhadap Ahmadiyah dimuka umum dengan melemparkan banyak wacana dan demo2 yang cenderung anarkis di bulah suci Ramadhan ini.

Dari sekian banyak prilaku FPI dan FUI yang macam-macam itu, ana melihat keanehan cara berfikir mereka…terlebih setelah ada demo yang FPI lakukan tangga 16 september 2008 kemarin. Didalam demo itu FPI mendesak agar Depag dan kedubes Arab Saudi menolak Calon Haji dari orang Ahmadiyah. Terus terang ana tersenyum melihat tulisan berita itu, mengapa? karena dengan begitu FPI mengakui orang-orang Ahmadiyah beribadah Haji ke Mekkah Al Mukaramah. Padahal selama ini FPI dan FUI selalu menceritakan bahwa orang-orang Ahmadiyah naik haji ke Qadian dan Rabwah. Lalu jika bukan cara berfikir yang aneh atau memang berniat mem-fitnah… Masya Allah. Tak habis fikir ana, bagaimana mungkin Sang habib dan para alim ulama yang tergabung dalam FUI dan FPI bisa serendah itu untuk memojokkan sebuah kaum (Ahmadiyah), tidakkah mereka peduli dengan Adzab Allah? atau jangan-jangan karena mereka Allah memberikan Adzab kepada kita…Masya Allah.

Dalam lain hal ana teringat pada sebuah ceramah di acara tabligh akbar tentang anti Ahmadiyah. Disana ada saudara Amin Djamaludin (LPPI), seorang aktor Intelektual dari FUI, yang merasa dirinya sebagai Ahli (anti) Ahmadiyah. Disana dikatakan olehnya,

“Ahmadiyah bukanlah Islam, karena Syahadatnya berbeda, syahadat mereka tidak di akhiri dengan
‘….Muhammad u Rasulullah’, melainkan diakhiri dengan’…Mirza Ghulam Ahmad u Rasulullah’.
ini adalah bukti yang sangat jelas…”.

Lalu dalam sebuah acara ‘SIGI 30 menit’ di salah satu TV swasta Indonesia, yang membahas Ahmadiyah, diperlhatkan Adzan yang dikumandangan oleh orang Ahmadiyah, dimana sangat jelas di kumandangkan syahadat “Ashaduala ilaha ilallah wa Ashaduanna muhammad u Rasulullah”, sebuah pernyataan yang jelas dan membuat perkataan Amin Djamaludin (LPPI) ini menjadi sebuah kebohongan besar, dimana dilihat oleh khalayak banyak dalam sidang Tabligh Akbar tersebut. Tapi rupanya orang ini (Amin Djamaludin) tidak mau kalah dengan hal yang sydah terjadi, lalu dalam sebuah tabligh akbar yang lain dia merubah argumennya tentang syahadat Ahmadiyah ini, di mengatakan walaupun syahadat Ahmadiyah berbunyi sama, seperti orang Islam umumnya tetapi maksudnya tetap kepada Mirza ghulam Ahmad. Sekali lagi, apakah cara berfikir yang aneh atau memang berniat mem-fitnah….

ucapan yang paling berbobot isinya, tentang memutar balikkan perkataan adalah yang dilakukan oleh habib riziek dalam amanahya yang dibuat selembaran sekaligus video-nya. amanah tersebut ada dalam weblog ini, silahkan dilihat disini. yang menarik dari maklumat tersebut adalah beberapa poin tentang Ahmadiyah di akhir maklumat itu, yaitu:

BINA dan SADARKAN warga Ahmadiyah, dengan ketentuan SEBELUM mereka kembali kepada agama Islam yang benar, maka :

1. Mereka tidak boleh mengaku sebagai orang Islam
2. Mereka tidak boleh menggunakan DUA KALIMAT SYAHADAT
3. Mereka tidak boleh melakukan ibadah / ritual dengan cara Islam, seperti : SHALAT LIMA WAKTU, ZAKAT dan PUASA RAMADHAN
4. Mereka tidak boleh menyentuh Mushhaf AL-QUR�AN
5. Mereka HARAM menikah dengan orang Islam
6. Mereka tidak boleh masuk ke MASJID
7. Mereka DILARANG ke TANAH SUCI untuk �Umrah, Haji mau pun Ziarah
8. Dalam dokumen mereka, seperti : KTP, SIM, Kartu Keluarga, Paspor dan sebagainya, tidak boleh dicantumkan AGAMA ISLAM
9. Mereka tidak boleh memakai label, simbol, atribut atau lambang Islam yang manapun
10. Bila mereka mati tidak boleh DISHALATKAN cara Islam dan tidak boleh dikubur di pemakaman MUSLIMIN

lihatlah keterangan paling atas dan poin ‘b‘, disatu sisi orang Ahmadiyah disuruh masuk Islam, tapi dilarang untuk bersyahadat? lalu apa yang menunjukan seseorang itu menjadi Islam atau tidak? standar apa yang menjadikan mereka berhak menyatakan seseorang Islam atau tidak?

seperti yang cerita diatas, poin ‘a‘ hingga ‘j‘ menunjukkan, sebenarnya, orang-orang ahmadiyah melakukan Syariat Islam, rukun Islam, dan mengaku sebagai Islam. Hal ini malah menerangkan secara terang benderang menyatakan usaha mereka (FPI dan FUI) untuk memaksa sekelompok orang (ahmadiyah) untuk keluar dari Islam, setelah menjadi Islam, bukankah ini berarti usaha pemurtadan? Ana kira setelah berkali-kali mereka menuding kelompok lain melakukan pemurtadan, kini merekalah yang menjadi agen pemurtadan yang nyata di negri ini. Pernyataan diatas menjadi bukti pernyataan bahwa, dengan hanya cara merekalah seseorang dianggap Islam. lalu apakah benar Islam itu seperti mereka(FPI dan FUI) ?

Maka ana kira benarlah wahyu Allah yang mengatakan, di akhir nanti, lisanmu akan memberi saksi atas perbuatanmu selama ini. YA ALLAH ENGAKU MAHA PEMBERI PETUNJUK, BERIKANLAH KAMI PETUNJUK YANG BENAR, JALAN YANG LURUS. Wassalam

yang lemah,
habib hasan

Oleh: Didit | Agustus 1, 2008

Kisah Nabi Nuh… bahtera Noah

Assalamualaikum, wr wb,…
Kisah Nabi Nuh memang menarik untuk disimak…. karena tertulis di kitab2 suci baik Al-quran maupun Injil.
Pembuktiannya secara ilmiah…. juga banyak dibahas di National Geographic… yg mengirim banyak team ekspedisi Noah selama bertahun-tahun dengan berbagai publikasi.
www.nationalgeographic.com/ngm/0105/feature3/ – 33k
Ada beberapa hal yang ingin saya ulas disini….
Di Kitab Injil .. (Genesis/ Kejadian) kisah behtera Nuh diulas sangat detil.. namun akibatnya banyak berbenturan dengan sains… semisal..
Kejadian bab 7 ayat 19 -20 bahwa seluruh dunia tertutup air, banjir meliputi 15 khadam (kaki) di atas gunung tertinggi.
Permasalahannya; kalau puncak gunung yang tertinggi tergenang/ tertutup.. berarti seluruh dunia ikut tergenang… alias ini adalah banjir global.
Kejadian bab 6 ayat 15-16
memberitahu kepada Nuh untuk membuat bahtera dengan panjang 300 kubik (1 kubik – 1,5 kaki) lebar 50 kubik tinggi 30 kubik terdiri dari 3 lantai (atau kalau dihitung kira2 101.200 kaki persegi).
Dan juga dijelaskan tentang semua mahluk masing2 sepasang, diangkut dalam bahtera tersebut selama 40 hari… demikian juga manusianya… padahal dengan luas kapal yang hanya 101,200 kaki persegi… paling banyak hanya mengangkut 3000 orang saja… tanpa binatang.. apalagi kalau binatang seperti singa, kuda Nil, buaya, banteng, gadjah…. kalo cuma sepasang dan mereka akan saling makan memakan… karena 40 hari itu khan lama… makan apa mereka??… bisa dibayangkan kacaunya bahtera itu kalo ditafsirkan demikian…. akan timbul kekacauan di dalam kapal selama 40 hari.
Dan Tuhan melihat bahwa kejahatan manusia di bumi adalah besar, dan bahwa setiap imajinasi dari pikiran-pikiran dalam hatinya hanya selalu perbuatan jahat. Dan ini menjadikan Allah menyesali bahwa Dia telah menciptakan manusia, dan ini menyedihkan hatiNya. Dan Tuhan berkata, “Saya akan membinasakan manusia yang telah saya ciptakan dari permukaan bumi; kedua jenis yang ada, manusia dan binatang, dan segala yang merayap, dan unggas-unggas di udara, yang karena telah mengecewakanKu yang telah mencipatakan mereka. Akan tetapi, (Nabi) Nuh mendapatkan kasih sayang di mata Tuhan” (Genesis, 6: 5-8)
Sungguh lucu apabila ada istilah Tuhan menyesal menciptakan manusia dan menenggelamkannya dalam bahtera Nuh, kecuali hanya Nuh dan kaumnya saja.
dan banyak lagi ayat2 injil yang aneh dalam membahas bahtera Nuh, namun malah diadopsi dalam tafsir umum umat Islam.
Padahal apa kata Al quran membahas tentang banjir Nuh;
Al quran hanya membahas tentang Nuh, perilaku kaumnya, membuat kapal hingga ditenggelamkan… Al quran tidak membahas secara detil tentang kapan, dimana, ukuran kapal, hingga bahwa seluruh bumi ini ditenggelamkan. Dan inilah yang menjadikannya Al quran dapat diterima oleh ilmu sains modern.
Nuh kepada kaumnya…
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnyalalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selainNya”. Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (banjir; penulis??)”. (Al-A’raf: 60)
Kaumnya kepada Nuh
Mereka berkata: “Hai Nuh sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar. (QS. Hud: 33)
Membuat Perahu
Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami , dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang zalim itu , sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. (QS. Hud: 38)
Dan mulailah Nuh membuat bahtera . Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka mengejeknya. Berkata Nuh: “Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami). (QS. Hud: 39)
Mengenai Banjirnya
Maka mereka mendustakan Nuh , kemudian kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).(QS. Al-A’raf: 65)
Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung, dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat jauh terpencil : “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!”. Nuh berkata : “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya ; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. (QS. Hud: 43-44)
Keberadaan perahu/ kapal;
Dan difirmankan: “Hai bumi tahanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim”. (QS. Hud: 45)
Point-point tersebut hanya sebagian ayat yang mebicarakan tentang bahtera Nuh.. namun saya tidak menemukan point2 ayat yang menggambarkan kejadian tersebut sedetil Injil.. yang justru berujung kepada ketidak logisan atau tidak ilmiah.
Tidak seperti injil…. Al quran justru mengisahkan bahwa tidak seluruh bumi tenggelam… misal ; anak Nuh mencari perlindungan di tempat tinggi, atau bahtera yang berlabuh di bukit Judi.. menunjukkan tidak semua bagian bumi tenggelam. Kisah bentuk lineament di bukit Judi yang mirip kapal dan diangap sebagai bahtera Nuh pernah dibahas di National Geograhic tahun 1996 edisi ?? no ?? (lupa namun saya pernah lihat fotonya). Kapal Nuh berlabuh di bukit Jedi… menunjukkan adanya daratan yang tidak tergenang.
Secara geologis… pada fase greatest green house… siklus (karena selalu berulang) yang menunjukkan ketinggian air yang tertinggi adalah 150 m di atas muka laut sekarang (Haq et al, 1987). Artinya apabila semua es mencair, dan semua air ditumpahkan ke permukaan bumi, maka ketinggian air laut akan naik sekitar kurang dari 180 m diatas laut sekarang…. artinya Bogor, Bandung, Ciamis, Sleman, Magelang, Temanggung dan banyak kota2 di Jawa lainnya tidak akan tenggelam.
Hal inilah yang menunjukkan bahwa banjir Nuh adalah regional dan bukannya global…. dan itu pulalah yang menunjukkan bahwa Al quran lebih sesuai daripada Injil. Karena Al quran tidak pernah membahas bencana dan bahtera itu sedetil Injil, namun ayat Al quran tersebut benar adanya.
Wassalam,
Didit_ndut

Bulan terbelah

bulan terbelah

Benarkah Bulan Pernah Terbelah?

“Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)”.

Dalam al quran digital versi Depag, bulan baru akan terbelah di hari kiamat.
“Yang dimaksud dengan saat di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin, dan “terbelahnya bulan” ialah suatu mukjizat Nabi Muhammad SAW”. Jadi kejadian ini merujuk ke pada “the future” bukan “the past”.

Hal ini agak bertentangan dengan berbagai posting di blog seperti yang saya kutip di bawah ini

“Dalam kisah-kisah hadits yang diperkuat oleh seorang ahli geologi Inggris yg muslim Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar yang meng”interpretasikan” foto Nasa tersebut sesuai kisah hadits”
(http://gubug-koe-surga-koe.blogspot.com/2007/08/mukjizat-rasulullah-membelah-bulan.html), Dalam Bukhari dan Muslim, juga dalam kitab2 hadits yang terkenal lainnya,

Mereka meminta kepada nabi Muhammad (saw) untuk membelah bulan. Kata mereka, “Seandainya kamu benar2 seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua.”

Rasulullah (saw) berkata kepada mereka, “Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?”

Mereka menjawab, “Ya.” Lalu Rasulullah (saw) berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah (saw) memberi isyarat dengan jarinya, maka bulanpun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah (saw) berkata, “Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu.”

Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Akan tetapi orang2 kafir yang hadir berkata, “Ini sihir!” padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama.

Atas peristiwa ini Allah (swt) menurunkan ayat Al Qur’an: ” Telah dekat saat itu (datangnya kiamat) dan bulan telah terbelah. Dan jika orang2 (kafir) menyaksikan suatu tanda (mukjizat), mereka mengingkarinya dan mengatakan bahwa itu adalah sihir.” (QS Al Qomar 54:1-2)

Telah Dekat Kiamat, Bulan Telah Terbelah Allah berfirman: “Sungguh telah dekat hari kiamat, dan bulan pun telah terbelah.” (Q.S. Al-Qamar: 1)

Menurut Ibni Abbas dan Shah Abdul Al Azis, fenomena tersebut hanyalah seperti fenomena gerhana bulan biasa.

Nampaknya hadits-hadits yang menomentari fenomena tersebut cukup banyak. Sehingga ini tentunya bukan fenomena sekedar gerhana. Di beberapa tafsir dia artikan bahwa Bulan adalah simbol/ lambang bendera dan kekuatan politik Qurais di Arab, sebagaimana matahari sebagai simbol bangsa Persia.

Terbelahnya bulan menunjukkan terpecahnya bangsa Qurais dalam perang Badr yang menunjukkan kematian para pemimpin Qurais. Pecahnya perang tersebut 1 thn setelah yml saw hijrah telah membelah kekuatan kaum Quraish menunjukkan penzahiran dari ayat di atas. Ini adalah bukti rasulullah saw dapat mebelah bulan.

Melihat foto di atas, menurut Didit_ndut yang juga belajar geologi tapi belum jadi professor dan juga bukan pakar telematika sekaliber Roy Suryo :
“Saya agak berbeda dengan interpretasi Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar”. Melihat foto bulan tersebut, dia melihat beberapa kenampakan morfologi (permukaan) bulan sbb:
1. Foto tersebut memiliki dua sumber cahaya (sinar) yang dilihat dari dua arah bayangan yang berbeda dan saling tegak lurus (misal bayangan dalam cekungan yang membulat dan bayangan dari lembah yang memanjang yang saling tegak lurus).
2. Terdapat fenomena garis lurus putih, paralel dengan lembah memanjang yang nampaknya bukan akibat kerusakan sensor perekam yang sampai sekarang didit_ndut masih bingung, fenomena apakah itu?.
3. Dimensi foto itu sangat besar, berarti sekala foto itu sangat kecil.
4. Dalam foto sekala sangat kecil maka kemungkinan lembah memanjang itu memiliki dimensi puluhan or ratusan km, demikian juga diameter kawah yang terbentuk akibat hujan meteor.

5. Apabila dimensinya cukup besar, maka seharusnya dapat dilihat dari berbagai stasiun observer di bumi, kecuali apabila dia selalu berada di sisi bayangan bulan.
6. Lembah memanjang itu terbentuk bukan akibat hantaman meteor tetapi akibat proses endogen yang di bumi disebut sebagai normal fault (sesar normal).
7. Di kaki lembah terdapat gundukan sedimen memanjang dengan diameter yang besar dalam kilometer berupa spoor dan triangular facet.
8. Pembentukan spoor dan triangular facet sebagai pengisi lembah dengan kenampakan teras (bertingkat) menunjukkan proses membelahnya (fault) itu terjadi dalam beberapa tahap secara perlahan.
9. Terpotongnya spoor oleh kawah, menunjukkan adanya hantaman meteor besar setelah terbentuknya spoor atau jauh setelah terjadi pembelahan. (Jadi membelah dahulu baru terhantam meteor).
10. Proses pembelahan dan sedimentasi ini berlangsung dalam sekala waktu geologi (ratusan ribu or bahkan jutaan tahun).
11. Agak sulit diinterpretasikan bahwa kejadian ini terjadi pada masa yml Rasulullah saw hidup (yaitu sekitar 1300 tahun yll), karena proses ini kemungkinan terjadi jauh sebelum beliau lahir.
12. Bila benar bulan itu membelah pada zaman yml saw hidup, maka seharusnya juga tercatat dalam prasasti or catatan sejarah bangsa-bangsa lainnya. Karena tahun 700an Masehi, jangankan bulan yg membelah, gempa bumi dan gunung meletus sudah mulai tercatat dalam berbagai situs. Didit_ndut belum pernah menemukan situs yang mencatat terbelahnya bulan di masa yml saw hidup.

Tulisan ini bukan dibuat karena penulis tidak percaya kepada mukjizat dari Allah swt, tetapi karena takut, apabila penjelasan yang seolah-olah ilmiah dari berbagai kalangan ternyata keliru dan terbukti salah. Dengan dating radioisotop, kita dapat mengetahui umur absolute endapan di dalam rekahan tersebut, apabila ternyata umurnya mencapai ratusan ribu bahkan jutaan tahun yang lalu sebagaimana uraian di atas, maka akan memberi kesan bahwa mukjizat yml saw adalah palsu. Oleh karena itu dituntut kehati-hatian dalam melihat fenomena alam dan menghubungkannya dengan mukjizat.

Wassalam,

Didit_ndut

Oleh: Didit | Juni 11, 2008

Kiamat bukan sekali….. past and future

Menanggapi tulisan (tulisan di email bercetak miring)

Salju Telah Turun Di Dataran Arab Sebagai Salah Satu Tanda Datangnya Hari Kiamat

Arab Saudi yang merupakan daerah gurun pasir yang sangat panas dimana matahari bersinar sepanjang hari, telah terjadi suatu fenomena alam yang langka, yaitu dengan turunnya salju dengan lebatnya. Tepatnya di daerah Tabuk 1500 km dari Riyad (Ibukota Arab Saudi) ketebalan salju mencapai 20 cm, dan di Yordania suhu mencapai titik beku ( 0 derajat celcius).

Ternyata tahun-tahun terakhir ini di Jazirah Arab yang notabenenya gurus pasir panas, turunnya salju ini telah sering terjadi, tetapi hal ini ditutup-tutupi atau tidak dipublikasikan secara luas. Ada apa gerangan dengan terjadinya fenomena alam tersebut?… ….

Bagi umat Islam yang telah memahami ajaran Islam, turunnya salju di arab saudi ini bukan merupakan hal yang aneh, karena hal ini telah diterangkan oleh Nabi Muhammad SAW 1400 tahun yang lalu. Ketika para sahabat menanyakan kepada Rasulullah SAW mengenai kapan datangnya hari kiamat. Rasulullah SAW menjawab, bahwa pengetahuan mengenai datangnya hari kiamat hanya ada pada sisi Allah SWT. Tetapi Allah SWT telah memberitahukan tanda-tandanya kepada Rasulullah SAW, antara lain sebagaimana diterangkan dalam salah satu Hadist Rasulullah SAW:

“Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai (HR Muslim)”

Sedikit sharing…. hadits bukhari muslim berikut….

Dari Hadist Rasulullah SAW di atas ada beberapa informasi yang didapat:
1. Informasi datangnya hari akhir / kiamat;
2. Dahulu kala dataran / jazirah Arab pernah menjadi padang rumput yang subur dan dipenuhi dengan sungai-sungai; dan
3. Nanti, dataran Arab sekali lagi akan menjadi padang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai, sebagai salah satu tanda datangnya hari kiamat.

Melihat fenomena salju, saya berpendapat bahwa turunnya salju tidak ada hubungannya dengan terbentuknya padang rumput dan sungai2… memang jazirah arab pernah terbentuk sungai-sungai dan padang rumput beberapa ratus ribu tahun yang lalu (seusia batu pasir yang berada di atas batuan induk) dengan pola aliran trellis (saya duga karena hantaman meteor= hajar aswat??)…. tetapi kalau kemudian ada yang berpendapat…..

kitab-kitab lama seperti Jabur, Taurat dan Injil yang sering menceritakan bahwa dulu di dataran Arab merupakan padang rumput yang subur dengan banyaknya cerita tentang para pengembala ternak, cerita-cerita tentang kebun anggur dan cerita-cerita tentang pemilik perkebunan yang subur yang sering diceritakan dalam kitab-kitab tersebut. Atau bisa jadi Nabi Muhammad SAW menconteknya dari ilmuan-ilmuan dari Roma pada saat itu… (naudzubillah….. masa ada yg menulis yml saw mencontek, dia pasti tidak pernah belajar tentang kenabian).

Kalau berbicara kebun2 anggur dan ternak…. nampaknya agak sulit karena ratusan ribu tahun yll manusia belum mengenal bercocok tanam dan berkebun. Memang ada sungai dan rumput. Hanya di lembah2 subur seperti sungai Nil saja yang dapat ditanami. Bahkan arab sendiri pernah banjir.

Benua arab (arabic continent) pernah berada di ekuator (khatulistiwa) dimana pada saat itu hujan tropis akan menghasilkan hutan2 dengan berbagai flora faunanya dan juga sungai2 sekitar 200-60 juta tahun yll (attachment 2). Namun kira2 65 juta tahun yll (akhir cretasius=kapur) terjadi kepunahan massal (global mass extinction) yang menghabiskan reptilia (dinosaurus) yang sangat merajai bumi pada waktu itu. Peristiwa itu kita sebut sebagai kiamat besar pada kehidupan di bumi dan saat itu arab berada di sekitar khatulistiwa.

Sekedar berbagi info…. dahulunya Arabian continent berada di belahan bumi selatan (sekitar 500 jt tahun yll / Cambrian age)… kondisi continent bumi dan kehidupan pada zaman Silur (430-400an jt tahun yll) dapat dilihat foto di bawah ini. Tampak bahwa arabic continent berada di sekitar 30 derajat selatan.

Arabic continent ini bergerak ke utara hingga sekarang dan melewati ekuator sekitar 100 – 60 jt tahun yll.. hingga sekarang berada di belahan bumi utara sekitar 25-30 derajat utara. Dan hingga saat ini masih bergerak ke utara sehingga arab continent memisah dengan dataran africa… dan menghasilkan laut merah hingga kemudian akan menyatu dengan eurasia di kutub utara.

Menariknya… memang kiamat terjadi disaat arab berada di khatulistiwa (bukan di kutub) di mana pada saat itu tentunya hujan tropis sangat mendominasi membentuk hutan dan sungai2 di benua itu kira-kira di akhir Kretasius. Hingga 65 juta tahun yll, terjadi proses global catastrophy… extraterestrial … (hantaman meteor??) yang mengakibatkan kepunahan massal (kiamat??)… artinya pada saat itu arab berada di daerah tropis yang memiliki banyak padang rumput, hutan dan sungai…sesuai Bukhari Muslim.

Jadi kalau kita melihat siklusnya… apabila menunggu arab kembali ke ekuator… mungkin masih ratusan juta tahun lagi baru kiamat… kecuali kiamat2 lainnya… karena konon kiamat itu banyak macamnya.

Regards,

Didit_ndut

Oleh: Didit | Mei 14, 2008

Fakta dan Sejarah Ahmadiyah

100 tahun Khilafat Ahmadiyah

( Fakta dan Sejarah )

Gonjang-ganjing Jemaah Ahmadiyah Indonesia sedang mencapai puncaknya akhir-akhir ini; berbarengan dengan usia organisasi damai ini yang sedang mencapai 100 tahun, juga bertepatan dengan 100 tahun Kebangkitan Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jemaah Ahmadiyah berada hampir di 190 negara di dunia, termasuk sudah 83 tahun mereka berada di Indonesia . Di Bulan Mei pada tahun ini, jemaah Ahmadiyah di seluruh dunia mensyukuri 100 (27 Mei 1908 – 27 Mei 2008) tahun usia berdirinya Khilafat Akhir Zaman yang di emban oleh komunitas paling sabar ini. Di dirikan oleh Hazrat Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku sebagai Al-Masih Mau’ud-Imam Mahdi-Isa Al-Masih yang di janjikan, di nubuatkan oleh Nabi/Rasul yang paling mulia seantero dunia Nabi Besar Muhammad Rosulullah SAW di 1400 tahun silam.

Di tanggal 26 Mei 1908 Hazrat Mirza Ghulam Ahmad wafat, lalu sehari kemudian, 27 Mei 1908 di teruskan oleh Khalifah ke satu Hazrat Hakim Nuruddin, lalu kedua, ketiga, keempat dan sekarang komunitas kerohanian ini di pimpin oleh Khalifah kelima Hazrat Masroor Ahmad. Komunikasi searah di lakukan oleh pemimpinnya melalui saluran televisi (MTA- Muslim Televisi Ahmadiyah) yang dapat di terima dengan jernih melalui teknologi murah antena parabola di seluruh permukaan bumi, tidak tanggung-tanggung 24 jam penuh tanpa iklan, mereka memancarkan siaran dengan menyewa 7 (tujuh) satelit di luar angkasa sana, siapapun dapat melihat perkembangan komunitas ini yang benar-benar memperlihatkan organisasi Islam yang sejuk, damai dan indah. Di seluruh dunia komunitas Ahmadiyah mencapai kurang lebih 200 juta orang; hampir sama dengan penduduk Indonesia . Negara yang paling banyak pengikut ini ada di daerah asal Hazrat Bilal yaitu di belahan benua Afrika, kemudian di benua Eropa, di antaranya negara Perancis, Inggris, Belanda, Italia, German; di benua Eropa ini orang-orang berbondong-bondong mulai melirik Islam yang Rahmatan lil alamin, di benua Amerika, juga kawasan Arab tidak ketinggalan, lalu di benua Asia yang paling banyak berada di India sendiri, kemudian Pakistan dan di Indonesia ada sekira 500 ribu.

Dakwah Ahmadiyah di seluruh dunia adalah menyampaikan misi yang disyariatkan kepada Yang Mulia Nabi Besar Muhammad Rosulullah SAW, yaitu mencapai Kemenangan Islam di Akhir Zaman ini, lalu bagaimana Kemenangan Islam yang di syiarkan oleh Ahmadiyah itu? Syiar Kemenangan Islam itu bukanlah memenangkan dan merebut sebuah bangunan mesjid, sebidang tanah atau harta benda. Kemenangan ini bukan melalui sebuah pertempuran yang dimenangkan di laut, udara atau daratan. Kemenangan ini bukan melalui sebuah peperangan diatas hamparan gurun Mesopotamia atau pegunungan Afghanistan . Kemenangan ini bukan kemenangan melawan suatu kelompok tertentu. Bukan, sama sekali bukan! Yang dimaksud dengan kemenangan Islam ini ialah menaklukkan hati. Yaitu menaklukkan dan meyakinkan setiap orang agar ia sadar bahwa ia mempunyai Khaliq Sang Pencipta, yang telah menciptakan orang tersebut supaya menyembah Dia Sang Pencipta.

Kemenangan ini ialah untuk melatih seseorang agar belajar tidak mementingkan diri sendiri, agar belajar bermurah hati dan berbudi luhur, dan melatih seseorang dengan cara-cara penuh dengan sifat maaf, penolong dan kasih sayang. Bagi jemaah Ahmadiyah adalah suatu keberhasilan atau prestasi jika seseorang telah belajar berkorban demi kepentingan orang lain (donor darah, donor mata, dll), apabila seseorang telah merasa simpati kepada orang miskin, kepada orang yang tidak mampu dan kepada orang sakit, apabila seseorang telah belajar berkorban dan menolong orang lain siapapun di dunia ini. Apabila ia mempunyai hasrat, ia hanya berhasrat untuk memohon pengampunan dari Tuhannya. Inilah yang dimaksud dengan kemenangan Islam.

Jemaah Ahmadiyah melakukan Jihad yang membawa pesan-pesan perdamaian. Jihad atau peperangan mereka dilancarkan untuk kebaikan generasi yang akan datang. Peperangan mereka dilancarkan untuk melawan ketamakkan dan sifat mementingkan diri sendiri. Peperangan mereka dilancarkan untuk melawan segala bentuk kekejaman, terrorisme dan kebodohan. Peperangan mereka dilancarkan untuk melawan kemiskinan. Peperangan mereka semata-mata dilancarkan melawan philosophy perang itu sendiri, perang melawan hawa nafsu sendiri, dan peperangan ini dilancarkan untuk mencapai keunggulan perdamaian.

Jadi, prinsip Ahmadiyah, adalah kemenangan Islam saat ini hanya akan dapat di capai bila di barengi kekuatan doa yang dapat menaklukkan hati manusia. Inilah senjata Ahmadiyah yang tidak akan pernah dapat ditangkis. Jihad mereka ialah satu-satunya jihad untuk menyebarkan pesan kecintaan dan kasih sayang, untuk menciptakan sebuah revolusi rohani sebagaimana yang di ajarkan dan dilakukan oleh Nabi Besar Muhammad Rasulullah SAW dan para sahabat beliau, melalui contoh-contoh teladan mereka. Mereka telah menjadi contoh hidup bagi ajaran Islam yang indah dan sangat menarik. Jika Islam berarti damai, dan jika Islam membawa pesan kecintaan bagi segenap umat manusia, maka Islam akan mampu memperlihatkan phenomena perdamaian dan kecintaan bagi seluruh dunia.

Siapa tak kenal dengan Sir Muhammad Zafrulah khan? Seorang pejabat Pakistan, mantan Menteri Luar Negri, Ketua Majlis Umum PBB, Ketua Mahkamah International yang dikenal oleh warga dunia, beliau adalah seorang Ahmadi. Suatu kali seseorang bertanya kepada Chaudhry Muhammad Zafrullah Khan. “Chaudhry Sahib, Anda telah mendapatkan kesuksesan dalam hidup Anda dan mendapat begitu banyak Karunia dari Allah Ta’ala dalam hidup Anda. Dapatkah Anda mengatakan kepada saya, apa rahasia dibalik semua itu?“. Tanpa ragu-ragu dan berpikir panjang beliau langsung memberikan jawaban, “Sebab selama hidup saya, saya taat kepada Khalifah.”
Lalu siapa juga tak kenal, Prof DR. Abdussalam, ahli fisika, orang Islam pertama di dunia yang meraih hadiah bergengsi peraih Nobel, beliau pun penganut Ahmadiyah yang mukhlis. Di Indonesia siapa tak kenal Olich Solichin juara tim badminton piala Thomas, beliau dari Tasikmalaya, latihannya di sebuah Gedung Balai pertemuan di perempatan Nagarawangi. Lalu Arif Rahman Hakim yang di kenal sebagai Pahlawan Ampera, dll, beliau-beliau ini orang Ahmadi.

Berkali-kali komunitas rohaniah Ahmadiyah menerangkan bahwa, kitab suci komunitas Ahmadiyah bukanlah Tadkirah, tetapi Al-Quranul Karim 30 juz, 114 surat, 6.666 ayat, itulah kitab pegangan yang paling utama mereka. Coba lihat Al-Quran yang di cetak oleh DEPAG , yang biasa di bagikan ketika umat Islam Indonesia pergi naik Haji, bacalah bagian bab “Terjemahan ke dalam bahasa Barat”, di situ tertera tulisan “menggabungkan diri dengan Ahmadiyah yang salah satu kegiatannya menterjemahkan Al-Quran,…”. Terjemahan Al Quran Suci dan tafsirnya di sebarkan ke berbagai bahasa di dunia ketika dikomandoi oleh Khalifatul Masih Ahmadiyah kedua yaitu Hazrat Bashirudin Mahmud Ahmad.

Prof. Dr. Hamka, tidak asing lagi bagi masyarakat kita, seorang alim terkemuka, berpengaruh dan termasuk orang yang tidak setuju kepada Ahmadiyah. Namun demikian Prof. Dr. Hamka berkata dan menulis tentang Jasa Ahmadiyah seperti berikut: “Adapun Kaum Ahmadi (Ahmadiyah) dan Usahanya Menyebarkan Islam di benua Eropa dan Amerika, dengan dasar ajaran mereka, faedahnya bagi Islam ada juga. Mereka Menafsirkan Qur’an ke dalam bahasa-bahasanya yang hidup di Eropa. Padahal di zaman 100 tahun yang lalu masih merata kepercayaan tidak boleh menafsirkan Qur’an. Penafsiran Qur’an dari kedua golongan Ahmadiyah itu membangkitkan minat bagi golongan yang Menginginkan Kebangkitan Ajaran Muhammad kembali buat memperdalam selidiknya tentang Islam ..” [Pelajaran Agama Islam, hal. 199, cetakan pertama 1956, Penerbit Bulan Bintang].

Dr. H Abdul Karim Amarullah alias haji Rasul, ayahanda Dr. Hamka, salah satu ulama terkemuka di negara kita pada zamannya dan tidak sepaham dengan Mubaligh Ahmadiyah di Sumatera Barat tahun 1925/1926. Sekalipun tidak setuju Ahmadiyah namun beliau TIDAK SEGAN MEMUJI DAN MENGAKUI JASA DAN UPAYA Ahmadiyah meng-Islamkan kaum Keristen. Beliau mengatakan dalam sebuah bukunya [Al-Qaulush- Shahih hal. 149, Bukit Tinggi, 1926]: “Di atas nama Islam dan kaum Muslimin sedunia kita memuji sungguh kepada pergerakan Ghulam Ahmad tentang mereka banyak menarik kaum Nasrani (Keristen) masuk agama Islam di tanah Hindustan dan lain- lain tempat..”. Dalam Almanak Muhammadiyah hal. 42 tahun 1347 Hijriah; “Mubaligh-mubaligh Ahmadiyah telah bermukim di Barat, sangat keras mengembangkan agama Islam dan meratakan pengajarannya, begitullah berangsur-angsur terus menerus yang datang pada kemudiannya, hingga di antara mubaligh itu ada yang menuju pusatnya kaum Keristen di tanah Roma, Italia dan hendak di-Islamkannya …”.

H. Agus Salim dan H.O.S Cokroaminoto “Kongres Serikat Islam 26-29 januari 1928 di Jogjakarta memperingati hari S.I. 15 tahun. Sebagai dimaksudkan dahulu itu, diadakan juga Majelis Ulama itu, tetapi Muhammadiyah tidak mau turut duduk di Majelis itu sebenarnya Majelis S.I. adanya, jadi di luar organisasi ini, tidak mempunyai kekuasaan apa-apa. Di Kongres itu dibicarakan juga tafsir Qur’an yang sedang dikerjakan oleh Cokroaminoto. Dari penerbitan-penerbit an pertama, ternyatalah bahwa tafsir itu didasarkan atas Tafsir Ahmadiyah. Lantaran ini timbullah dalam kalangan sendiri perlawanan yang keras. Salim menerangkan, bahwa dari segala jenis tafsir Qur’an, yaitu dari kaum kuno, kaum Muktazilah, ahli sufi dan golongan moderen (di antaranya Ahmadiyah, Wahabi baru, dan kaum Theosofi), Tafsir Ahmadiyah-lah yang paling baik untuk memberi kepuasan kepada pemuda-pemuda Indonesia yang terpelajar“. [Mr. A.K. Pringgodigdo, Sejarah Pergerakkan- pergerakan Rakyat Indonesia , 1946, cetakan kelima, halaman 47, Penerbit Pustaka Rakyat]

Prof. Dr. Hasbullah Bakry; Seorang penulis terkenal, Ulama dan Guru Besar Hukum Islam dan Perbandingan Agama. “Akhirulkalam kami berpendapat Ghulam Ahmad adalah ulama besar, seperti ulama besar lainnya sedangkan pengikutnya adalah umat Islam tanpa perlu diragukan Islamnya, dan salah besar mereka yang menganggap kafir. Semoga Allah SWT. menguatkan selanjutnya pendapat kami ini dengan menggerakkan para ulama lainnya dalam membelanya, amin”.[Pedoman Islam di Indonesia, hal. 441, cetakan ke lima 1990, Penerbit Universitas Indonesia , Press).

Ir. Soekarno (Presiden RI Pertama) "Ahmadiyah adalah besar pengaruhnya, juga di luar India . Ia bercabang di mana-mana, ia menyebarkan banyak perpustakaannya ke mana-mana. sampai di Eropa dan Amerika orang baca ia punya buku- buku, sampai di sana ia sebarkan punya propagandis- propagandis. Corak ia punya Sistem adalah memprogandakan Islam dengan cara apologetis, yakni mempropagandakan Islam dengan mempertahankan Islam itu terhadap serangan-serangan dunia Nasrani; mempropagandakan Islam dengan membuktikan kebenaran Islam di hadapan kritikannya dunia Nasrani, ya ... Ahmadiyah adalah salah satu faktor penting di dalam pembaharuan pengertian Islam di India, dan satu faktor penting pula di dalam mempropagandakan Islam di benua Eropa khususnya, di kalangan kaum intelektuil seluruh dunia umumnya.” [Di bawah Bendera Revolusi hal. 388, 398, cetakan keempat, jilid pertama]

Dan sekarang di tahun 2008, Televisi MTA menayangkan 3 orang negro dari belahan benua Afrika mengumandangkan dengan penuh kedamaian “ La Ilaha Ilallah, Muhamadun Rasulullah” “ La Ilaha Ilallah, Muhamadun Rasulullah” “ La Ilaha Ilallah, Muhamadun Rasulullah”

Di seluruh belahan dunia, di manapun orang-orang Ahmadiyah berada berkeyakinan dengan kuat , Tiada Tuhan selain Allah, dan yang tak dapat di tawar lagi Muhammad adalah RosulNya.

Penulis :

Ahmad Nata

Oleh: Didit | April 24, 2008

SKB pelarangan, sebuah penzaliman

Assalamualaikum wr wb,
Saya hanya seorang Ahmadi biasa, bukan seorang pengurus ataupun tokoh. Saya lama tinggal di Makassar dan kemudian pindah ke Yogyakarta dan sekarang sedang tinggal di Fukuoka Jepang.
Perasaan saya sebagai seorang Ahmadiyah, saya merasa sebagai Islam dan muslim yang utuh. Saya merasa bagian dari ajaran Rasulullah Muhammad saw, yang bersyahadat dan memujinya dalam setiap sholat dan doa saya kepadaNya.
Selama sekolah di SD, SMP, SMA dan juga Perguruan Tinggi, nilai agama saya di atas rata-rata, artinya tidak ada konflik dan bentrok antara ajaran Ahmadiyah yang saya yakini dengan ajaran Agama Islam di sekolah yang saya terima. Syahadat, sholat, puasa, zakat dan juga haji (Insya Allah) adalah sama dengan saudara muslim lainnya.

Memang selama menjadi Ahmadi, banyak sekali fitnah yang terdengar di telinga saya, tentang ke Amadiyahan, mereka merasa lebih mengenal dan mengetahui tentang Ahmadiyah  dibandingkan diri saya. Mereka dengan fitnahnya, telah menyatakan syahadat hingga haji kami palsu, tanpa pernah mengajak dialog dengan kami. Mereka dengan FITNAHNYA… telah mengambil otoritas Allah swt tentang kesesatan, dan justru melegalkan berbagai larangan dengan mengatasnamakan Islam. Sikap saya waktu itu sederhana saja, biarlah mereka menfitnah, selama hati dan perbuatan kita tidak demikian kenapa harus berpikir pusing….

Namun sekarang fitnah itu tidak lagi sekedar fitnah, fitnah itu sekarang sudah disertai dengan tindakan teror dan aniyaya, mereka yang menganiyaya Ahmadiyah adalah benar-benar sudah melupakan Islam sebagai “rahmatan lil alamin” rahmat bagi semuanya, Islam sebagai ajaran yang penuh kedamaian sebagai mana semboyan Ahmadiyah ” love for all an heatred for none”. Fitnah itu sudah memuncak, sehingga pemerintah yang saya hormati, tampaknya akan terpaksa menandatangi SKB yang berisi pelarangan. Sungguh, apakah negara ini sudah dibutakan matanya, siapakah yang sebenarnya menfitnah dan mencoreng nama “ISLAM”, apakah ahmadiyah dengan tabligh “DAMAINYA” atau sekelompok orang yang mengatasnamakan “ulama” dengan “KEKERASANNYA”?? Janganlah kita menjadi pemeran utama film “Fitna” tahap II apabila kita dengan mengatas namakan Islam menyakiti justru golongan yang cinta damai. Janganlah pemerintah mau mengorbankan orang-orang yang cinta damai dan cinta negeri ini yang memang jumlahnya sekarang tinggal “sedikit” ke tangan orang-orang yang bertindak kasar dengan membawa-bawa agama.

Indahnya kebersamaan saya rasakan, ketika Jemaat yang saya anut banyak menyelenggarakan pameran buku, konfrensi, seminar dan dihadiri oleh banyak tokoh-tokoh masyarakat dan agama di Yogyakarta. Indahnya kebersamaan saya rasakan ketika banyak tokoh agama mengisi pengajian/ khutbah yang kami adakan, dan juga kami diundang mengisi pengajian yang mereka adakan. Indahnya kebersamaan saya rasakan ketika saling bantu-membantu menghadapi korban bencana gempa dan merapi di Yogya, mengevakuasi, membuat dapur umum, menenangkan masyarakat dsb. Itu semua saya rasakan ketika saya menjadi anggota ahmadiyah di Yogya. Bahkan indahnya kebersamaan saya rasakan di sini, di Fukuoka, walaupun saya adalah satu-satunya ahmadi Indonesia, tetapi saudara-saudara muslim justru memilih saya menjadi Ketua Muslim Fukuoka periode tahun ini. Mereka tahu saya Ahmadiyah, mereka mungkin tidak setuju dengan pemikiran yang saya anut, tetapi mereka dapat bekerja sama dengan saya dalam silaturahmi ke Islaman  yang baik.

Saudaraku, sungguh suatu kesedihan, apabila ajaran damai ini, ajaran Islam, telah dinodai oleh orang-orang menjadi ajaran yang menghalalkan kesewenang-wenangan, dan semoga Pemerintah kita tidak menjadi bagian yang menghalalkan fitnah, teror dan kesewenangan tersebut. Amin.

Wassalam,

Didit_ndut

Oleh: Didit | Februari 18, 2008

Jangan Meminta-minta (republika…berita utama)

Jangan Meminta-Minta

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=323855&kat_id=3
Rasulullah SAW bersabda, ”Bahwasanya salah seorang di antara kalian mengambil talinya lalu dia datang dengan membawa seikat kayu bakar, lalu dia menjualnya, sehingga Allah memberinya kecukupan dengan itu. Adalah lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada orang lain, baik mereka mau memberinya maupun tidak.” (HR Al-Bukhari) Rasulullah adalah orang yang giat bekerja dan pantang berpangku tangan. Sejak muda, ia dikenal sebagai saudagar yang ulet dan jujur.

Dalam hadis di atas, Rasulullah mengajak umatnya untuk mencari nafkah yang halal dengan cara yang baik, tidak meminta-minta. Mengapa? Karena mengemis adalah perbuatan yang rendah lagi hina. Pekerjaan yang kasar dan rendah dalam pandangan kebanyakan manusia, misalnya mencari kayu bakar di hutan lalu menjualnya, itu lebih baik menurut Rasulullah SAW daripada meminta-minta.

Menurut Al-Khauli dalam Al-Adab An-Nabawi, jika si pengemis itu sebenarnya mampu mencari nafkah namun dia lebih memilih untuk menjadi pengemis, maka dia telah kafir terhadap nikmat Allah. Disebut demikian, karena dia tidak mau mensyukuri nikmat anggota tubuh yang dikaruniakan Allah. Kalau dia bersyukur, seharusnya dia memanfaatkan anggota tubuhnya.

Orang-orang yang berjualan sayuran yang murah harganya, yang mereka panen dari ladang, lalu mereka pikul, mereka itu lebih mulia daripada orang-orang yang lalu lalang di jalanan, siang malam, mengemis kepada manusia, padahal mayoritas mereka sebenarnya mampu bekerja mencari nafkah dengan baik.

Sayangnya, kini banyak orang lebih suka mengemis daripada bekerja. Kesukaan meminta-minta ini merajalela di negeri kita. Tanpa sadar mereka telah mengingkari nikmat Allah yang dianugerahkan kepada mereka baik berupa badan yang kuat, akal dan kecerdasan, serta kemampuan berproduksi.

Padahal, Rasulullah sangat tegas dalam soal ini. ”Tangan yang di atas (pemberi) itu lebih baik daripada tangan yang ada di bawah (peminta-minta).” Demikian sabdanya seperti dituturkan banyak perawi hadis. Apabila masing-masing dari kita mau bekerja dengan baik, berproduksi secara optimal dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi sesama, maka kebaikan dan kesejahteraan akan menjadi buahnya. Kita akan tegar menghadapi berbagai krisis dan teguh dalam menghadapi bencana. Tatkala problem datang menerpa, kita akan berpikir keras untuk mengatasinya, bukan mengemis belas kasihan orang lain untuk membantu kita.

(Erwan Roihan )

Oleh: Didit | Januari 22, 2008

Evolusi Manusia

Assalamualaikum,

Berbicara tentang asal muasal manusia, terlebih tentang asal muasal kehidupan memang sangatlah menarik. Tulisan Saleh Nahdi tentang Adam manusia pertama, cukup menarik, dan tidak begitu berbenturan dengan ilmu geologi yang saya dalami terutama paleontologi (kehidupan masa lalu). Namun benturannya sangat banyak ketika membaca buku anti evolusinya Harun Yahya.

Namun ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi, terutama tentang evolusi dan umur. Yang pertama evolusi, terutama hal yang sangat sensisitif…. apakah manusia berasal dari kera??… dan apakah ini yang dikatakan oleh Darwin (Darwin theory)???
Setahu saya…. tidak ada publikasi ilmiah, termasuk buku Darwin (the origin of species by natural selection) yang menyebutkan bahwa asal muasal manusia adalah dari kera karena Darwin sendiri hanya berhipotesis dan masih ragu akan hal itu. Sehingga saya berkesimpulan bahwa berita simpang siur, terutama tentang teori Darwin hanyalah gejolak emosi dari para tokoh agama (baca gereja) pada waktu itu yang sangat menentang teori evolusi. Tulisan Darwin sebetulnya lebih menceritakan tentang perjalanannya ke Pulau Galapagos dan hasil pengamatannya tentang kura-kura dan burung Flynch. Dari pengamatan atau kacamata Darwin, bukti-bukti tentang evolusi dari kedua spesies itu cukup jelas, terutama perubahan paruh burung sehubungan dengan perbedaan makanan. Di mata saya…. evolusi adalah upaya adaptasi yang memakan waktu lama…..

Lalu… sekiranya manusia… apakah dia juga berevolusi??

Sedikit pertanyaan saya yang menggelitik adalah…. apakah yang disebut species manusia itu……….. homo sapienskah…atau keturunan langsung dari Adamkah… ataukah hominid yang lain semilsal homo erectus, homo wajakensis, austropithecus dll… Kenapa hal itu menggelitik… karena hal hal itu selalu saling dibenturkan… padahal tampaknya tidak saling berbenturan apabila kita dapat menjawab pertanyaan mendasar tadi.. apakah manusia itu…..

Pandangan Ilmiah tentang Manusia

Manusia itu termasuk dalam spesies homo sapiens, tentu saja ini berdasarkan klasifikasi mahluk hidup. Sesungguhnya apakah ada yang salah dari klasifikasi itu?? klasifikasi khan hanya upaya manusia (dipelorpori pak Corolus Lineaus) untuk mengelompokkan berbagai mahluk hidup berdasarkan kesamaan fisiknya..  bahkan sekarang berkembang hingga kearah kesamaan genetiknya. So… sebtulnya ngga ada yang salah dengan klasifikasi….. hanya terkadang ada istilah yang disalah artikan oleh yang kurang paham….. yaitu apabila ada dua spesies yang memiliki banyak kesamaan fisik maka berarti memiliki kekerabatan atau kedekatan hubungan… nah ini potensi awal pertentangan….

1. Kalau yang dimaksud manusia adalah manusia yang sudah modern (berbentuk seperti kita ini (homo sapiens) maka istilah yang menyinggung tentang manusia gua Cro Magnon cukup tepat (40 rb thyll). Pada waktu itu bentuk manusia sudah menjadi homo sapiens.

2. Kalo yang dimaksud manusia adalah asal-muasal manusia secara genetik maka kita bisa berbicara tentang homo africanus, yang hidup antara 400 – 100 ribu tahun yll yang kemudian bermigrasi dari africa melewati asia (homo soloensies, homo wajakensies etc) hingga australia (austropithecus) pada waktu jaman es (pleistocen) dimana pada waktu itu daratan menyatu 

3. Kalau kita berbicara tentang manusia yang sudah berbudaya dan bertauhid (Adam) maka kemungkinan itu terjadi pada akhir era glasiasi (Pleistosen sekitar 11.000 tahun yll). Karena setelah itu, ozon mulai membuka dan es mencair, sehingga muka air laut naik dan daratan menjadi terpisah-pisah.

4. Sehubungan dengan waktu, maka ada sedikit kesalah pahaman tentang waktu, misal dalam hubungannya dengan dinosaurus. Dinosaurus telah punah sejak jaman cretasius (Kapur > 65 juta tahun yll/). Penyebab kepunahan itu masih kontroversi walaupun ada 2 mashab besar; yaitu

a. diakibatkan oleh faktor internal bumi (misal ledakan gunung api secara bersama)

b. dan faktor eksternal (tumbukan meteor di bumi), namun faktanya; permukaan bumi pada waktu itu tertutup oleh iradium (material radioaktif) secara luas.

Sehingga tidak pernah terjadi manusia bertemu dengan dinosaurus (walaupun manusia tertua semisal 500.000 tahun yll). Sehingga manusia dan dinosaurus hidup bersama hanya dalam dunia Hollywood.

5. Walaupun ada isue misal tentang rangka bangsa Aad zaman Nabi Hud (attachment 3) namun karena belum pernah ada publikasi tentang itu, apakah itu benar atau hanya rekayasa, maka apabila ukuran tubuh nabi Adam 60 cubits diartikan secara leterleks sebagai 30 meter, ini agak sulit dimengerti, mengingat makanan, sistem peredaran darah, volume otak, hati dan jantung manusia modern, kemampuan memompa dan kebutuhan akan makanan dapat terpenuhi pada jaman itu ataupun pada jaman sekarang. Bisa dibayangkan bahwa dalam ukuran itu, seekor unta hanyalah sebanding dengan seekor kecoa bagi kita.

6. Hmmmm… banyak yang ingin ditulis, cuma sulit merangkai dalam sebuah tulisan yang santai…… Atau dalam diskusi terutama bila ada pendapat lain, mengingat keterbatasan ilmu yang saya miliki.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori